-->
Film The Act Of Killing Masuk Nominasi Oscar


Academy Award atau penganugerahan Piala Oscar akan segera di gelar. Perhelatan akbar untuk para sineas dunia ini akan di gelar untuk ke 86 kalinya.

Beberapa nominasi sudah disiapkan, seperti kategori artis terbaik, film terbaik, tata musik terbaik dan banyak lagi. Namun, ketika kita melihat pada kategori film dokumenter terbaik, kita akan menemukan sebuah film dokumenter berjudul "The Act Of Killing" sebagai salah satu penerima Piala Oscar pada ajang bergengsi ini.

Menarik melihat salah satu film dokumenter yang menceritakan sejarah Indonesia menjadi salah satu nominasi penerima piala oscar. Ya, The Act Of Killing atau dalam bahasa Indonesia diberi judul "JAGAL" ini adalah sebuah film yang menceritakan tentang pembantaian para anggota PKI di Indonesia.

Film yang di sutradarai oleh Joshua Oppenheimer ini membeberkan mengenai usaha penumpasan anggota gerakan Partai Komunis Indonesia di Indonesia pada tahun 1965-1966 yang telah menewaskan sekitar satu juta orang.

Film ini berkisah mengenai kehidupan seorang preman bioskop bernama Anwar yang di rekrut menjadi pemimpin pasukan pembunuh. Berlatar kejadian di Kota Medan, film yang menghabiskan biaya produksi sekitar $ 1 juta ini mengungkap sisi gelap mengenai peristiwa kemanusiaan terbesar di negeri ini.

Selain menghabiskan dana yang cukup besar dalam produksinya, film ini juga membutuhkan waktu sekitar 7 tahun untuk memproduksinya. Film ini seluruhnya full menggunakan bahasa Indonesia.

Selain nominasi oscar yang diterima oleh film ini, sudah banyak perhargaan internasional yang diterimanya, di antaranya adalah penghargaan European Film Award pada 2013, Toronto Film Critics Association pada 2013, dan masih sekitar 20 penghargaan yang di terima oleh film ini.

Selain itu, film yang di rilis 31 Agustus 2012 di Telluride Film Festival ini juga mendapatkan sambutan yang baik oleh dunia. Di antaranya adalah komentar dari jurnalis Jurnalis pemenang Pulitzer Prize Chris Hedges.

Chris menyebut film ini "eksplorasi penting terhadap psikologi para pembunuh massal yang cukup rumit" dan "gambaran pembunuh massal yang kejam tidak mengganggu kita. Justru sifat manusia itu sendiri yang mengganggu kita

Bagi yang belum menyaksikan film dokumenter ini, di Indonesia film ini tidak di perdagangkan, sehingga setiap orang bisa mengadakan pemutaran tanpa harus membayar biaya lisensi dan royalti dari film ini. Jika ingin mendownload film "JAGAL" ini bisa mengakses situs resminya di actofkilling.com. 



Ini FILM sudah Bisa Di Tonton Di Youtube dengan Durasi 2 Jam 30 Menit


Sinopsis:

Anwar Congo dan teman-temannya adalah tokoh masyarakat terpandang, preman terkenal, dan pembunuh massal. Pada 1965, sebagai bagian dari pergantian rejim pemerintahan di Indonesia yang didukung negara Barat, mereka naik pangkat dari preman kecil-kecilan calo bioskop menjadi pasukan pembunuh paramiliter, yang dalam waktu kurang dari satu tahun, membantu Angkatan Darat membasmi lebih dari satu juta orang yang dituduh kiri, etnik Tionghoa, seniman, dan cendekiawan.

Dalam Jagal (The Act of Killing), kami mengundang Anwar dan rekan pelaku pembunuhan lainnya untuk menceritakan kenangan mereka mengenai pembunuhan, tetapi gagasan mereka tidak untuk dituangkan dalam sebuah film dokumenter: mereka ingin membintangi jenis film yang mereka gandrungi dari era percaloan tiket di bioskop. Film Jagal menangkap kesempatan ini untuk mengungkap bagaimana sebuah rejim yang dibangun dengan genosida--dan tak pernah dimintai pertanggunggugatannya--mencitrakan dirinya dalam sejarah.

Sutradara: Joshua Oppenheimer

Starring:
Anwar Congo, Herman Koto, Adi Zulkadri, Ibrahim Sinik, Japto Soerjosoemarno, S.H., Rasyid Soaduon Siregar, B.A., H. Anif Shah, Sakhyan Asmara


Dapatkan DVD+buklet film Jagal, bagi yang ingin menyelenggarakan nobar bersama teman atau keluarga, silakan hubungi email anonymous@final-cut.dk atau lewat inbox www.facebook.com/filmjagal

0 komentar: